REVIEW E-BOOK YUKKK

 Review Buku "Kado Terbaik" 

Karya J. S. Khairen


Haloo semuaa...

 

Perkenalan namaku Vincentia Jessica Kusuma, biasa dipanggil Jeje, saya berasal dari SMP Pangudi Luhur Domenico Savio Semarang. Saat ini saya duduk di bangku kelas 9. Pada kesempatan ini, saya akan review salah satu e-book terbitan dari PT Gramedia Widiasarana Indonesia.

 

Sebelumnya, walaupun zaman sudah makin berkembang, tetapi masih banyak anak muda yang belum tertarik dengan adanya e-book, kebanyakan dari mereka kurang tertarik dengan membaca buku dan lebih suka pada game-game online yang ada. Melalui lomba ini, kita diharapkan memasyarakatkan e-book dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk hiburan maupun sebagai referensi tugas-tugas sekolah.

Aplikasi e-perpus atau Smart Library ini sebenarnya merupakan terobosan yang sangat efektif untuk pecinta bacaan. Seperti yang saya alami, banyak sekali manfaat yang saya dapatkan, mulai dari tidak perlu bersusah payah ke perpustakaan sekolah untuk meminjam buku, tetapi hanya dengan klik aplikasi e-perpus ini sudah muncul buku yang saya cari. Jadi kemana-mana saya hanya membawa handphone atau tablet. Di sisi lain, saya juga sangat terbantu pada saat mencari referensi buku untuk mengerjakan tugas sekolah.


Novel "Kado Terbaik" karya J. S. Khairen  ini merupakan karya terbarunya, yang  diterbitkan pada 8 April 2022. Selama ini dia sudah menelorkan karya sebanyak 14 buku. Novel ini bercetak 260 halaman yang menjadi best seller di Gramedia. 


Novel ini mengisahkan seorang remaja laki-laki yang bernama Rizki yang baru berusia 14 tahun, ia mempunyai dua adik perempuan. Adik pertamanya bernama Rizka yang berusia 7 tahun, dan adik terakhirnya bernama Khanza yang baru berumur empat hari. Mereka ditinggalkan oleh ayahnya karena tertembak setelah melakukan pekerjaan ilegalnya, yaitu mengedarkan obat-obatan terlarang. Walau begitu, ibunya dengan tega membuang mereka ke panti asuhan.

Setelah Rizki berumur 18 tahun, ia memutuskan untuk keluar dari panti asuhan tersebut dan terpaksa meninggalkan kedua adiknya, dengan harapan mendapat pekerjaan yang layak untuk menghidupi adik-adiknya. Selama ini mereka dipekerjakan yang tidak seharusnya anak-anak seusia mereka. Bukannya mendapat pekerjaan yang layak, Rizki terpontang-panting oleh kerasnya arus kehidupan yang tiada hentinya, hal ini juga membuat Rizki bertemu dengan Rani orang kota yang baru pulang kampung bertemu dengan keluarganya. Pada suatu hari ketika Rizka sudah diadopsi oleh keluarga barunya, Rizki dan Khanza berjualan sapu milik Bang Ujeng pemilik kost-kost an yang disewa Rizki, tiba-tiba muncul mobil pak Tono yang membuat mereka tertangkap dan dikurung. Selain Rizki dan Khanza yang ditangkap, ternyata ada adiknya Rani yang bernama Junet, yang ikut diculik.

Kira-kira bagaimana nasib Rizki dan adiknya serta Junet? Lalu bagaimana kehidupan Rizka setelah bersama dengan keluarga barunya?

 

Daripada penasaran. Yukk langsung buka e-perpus kalian dan mulai membaca kisah mereka.

 

Untuk ukuran bacaan remaja, buku ini sungguh menguras air mata haru. Banyak kejadian yang di luar kebiasaan anak pada umumnya. Alur cerita tegas, tidak membosankan, membuat penasaran. 

Bahasa mudah dipahami sehingga pembaca tidak bosan. Banyak nilai kehidupan yang dapat dipetik dari novel ini. Dari cerita ini, kita bersyukur bahwa tidak mengalami kejadian seperti yang dialami oleh tokoh Rizki.

 

Sayangnya, banyak kita jumpai umpatan kasar dalam dialog tokoh, sehingga perlu pemahaman dari orangtua apabila ada anak di bawah umur ingin membaca. Bagaimana pun buku tetap menarik untuk dinikmati pembaca dari segala usia. Mari kita menguak menariknya cerita "Kado Terbaik"!!

        


 

Comments